Tulisan: Pertemuan Pertama



PENDAHULUAN

A.     Pengertian Ilmu Alamiah Dasar

Ilmu alamiah dasar atau biasa disebut dengan ilmu pengetahuan (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Terdapat juga pengertian ilmu alamiah dasar menurut para ahli.

· Menurut H.W. Fowler, ilmu alamiah dasar atau biasa disebut IPA yaitu ilmu yang sistimatis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi.

· Menurut H. Abau Ahmadi dan A. Supatmo, Ilmu alamiah dasar  atau IPA merupakan suatu pengetahuan teori yang diperoleh/ disusun dengan yang khas, yaitu melakukan observasi eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain.

· Menurut Maskoeri Jasin, Ilmu Alamiah merupakana kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis artinya kegiatan manusia yang tiada hentinya dari hasil percobaan berikutnya dan seterusnya.

Berdasarkan pengertian yang tertera diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Ilmu Alamiah dasar menurut saya adalah ilmu pengetahuan membahas tentang gejala alam, setelah itu dibentuklah sebuah konsep dan prinsip dari kejadian itu. IAD hanya mengkaji konsep dan prinsip dasar yang esensial saja dan ilmu hanya berbicara tentang bagaimana metode-metode ilmu kealaman dalam menjelaskan gejala-gejala alam lebih secara filosofi. IAD merumuskan pemikiran yang selalu dilandasi secara realisme, karena ilmu sains ini berbicara tentang metode alamiah dan gejala alamiah sehingga tidak dapat lepas dari realitas objek-objek materi yang dapat dilihat oleh indra.

B. Perkembangan Alam Pikiran Manusia
Manusia dengan kemampuan berpikir, dengan akal serta memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik dan bijaksana untuk dirinya maupun lingkungan. Oleh karena itu, sejalan dengan perkembangannya manusia dengan memanfaatkan akal budi yang dimilikinya dan juga ditunjang dengan rasa ingin tahu (curiosity).
· Rasa Keingintahuan Manusia

Rasa keingintahuan adalah suatu emosi yang berkaitan dengan perilaku ingin tahu seperti eksplorasi, investigasi, dan belajar. Kita umat manusia adalah makhluk yang sempurna diciptakan Tuhan di muka bumi ini. Karena kita dianugerahkan dengan berbagai alat indera dan akal pikiran.

Sudah menjadi kodrat dari manusia yang memiliki rasa ingin tahu, menyebabkan manusia selalu berpikir dalam rangka mempertahankan kehidupannya.  Manusia merupakan makhluk yang dapat dan akan selalu berpikir. Mereka akan selalu memiliki hasrat rasa ingin tahu dan ingin mengerti.
Dengan adanya rasa keingintahuan akan mendorong seseorang untuk mengamati, mendekati, mempelajari akan sesuatu benda ataupun suatu hal lainnya.

· Bagaimana Manusia memenuhi rasa keingintahuannya
Manusia memenuhi rasa keingintahuannya dengan cara mempelajari dan mencari tahu apa yang ingin dia ketahui. Manusia memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar dan tak terhingga. Sehingga dengan adanya rasa ingin tahu ini, maka manusia akan jauh lebih banyak belajar dan tentu saja ilmu pengetahuannya menjadi banyak karena rasa ingin tahu tersebut. Itulah mengapa rasa ingin tahu memiliki banyak manfaat.

C. Mitos, penalaran, dan cara memperoleh pengetahuan

· Mitos
Sebagai masyarakat yang hidup di abad ke- 21 pasti sering dengar yang namanya mitos. Memangnya mitos itu apa? Mitos adalah suatu cerita tradisional mengenai peristiwa gaib dan kehidupan dewa-dewa. Istilah mitos bersaa dari bahasa latin yang artinya adalah “perkataan” atau “cerita”. Orang yang pertama kali mengenalkan mitos adalah Plato. Plato memakai istilah “muthologia”, yang artinya menceritakan cerita.
Contoh mitos: Jika kita duduk diatas bantal, maka bokong akan bisulan.

· Legenda
Legenda (Latin: legere) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif. Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya.
Contoh legenda: Legenda Malin Kundang

· Cerita Rakyat
Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa.
Contoh cerita rakyat:  cerita rakyat Sangkuriang
            



METODE ILMIAH

A. Bagaimana cara memperoleh pengetahuan-pengetahuan yang tidak ilmiah dengan yang ilmiah.
Cara memperoleh pengetahuan:
Prasangaka, suatu anggapan benar padahal baru merupakan kemungkinan benar atau kadang-kadang malah tidak mungkin benar.
-  Intuisi, suatu pendapat seseorang yang diangkat dari erbendaharaan pengetahuannya terdahulu melalui suatu proses yang tidak disadari.
-  Trial and Error, metode coba-coba atau untung-untunngan.

Pengetahuan non-ilmiah ialah hasil serapan indra atau hasil intuisi terhadap pengalaman hidup yang diperoleh dari keadaan lingkungan sekitar yang tidak perlu dan tidak mungkin diuji kebenarannya ataupun dikembangkan menjadi pengetahuan ilmiah.
Pengetahuan ilmiah adalah ilmu yang diperoleh dan dikembangkan dengan mengolah atau memikirkan realita yang berasal dari luar diri manusia secara ilmiah, yakni dengan menerapkan metode ilmiah.

B. Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah
Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah, perlu diterapkan sebuah metode ilmiah seperti penjelasan di atas, adappun langkah-langkahnya, yaitu:
1. Menyusun Rumusan Masalah
2. Menyusun Kerangka Teori
3. Merumuskan Teori
4. Melakukan Eksperimen
5. Mengolah dan Menganalisis Data
6. Menarik Kesimpulan
7. Mempublikasikan Hasil

RUANG LINGKUP IPA

A. Teori Pembentukan Alam Semesta
Alam semesta merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan seluruh ruang waktu kontinu tempat kita berada, dengan energi dan materi yang dimilikinya pada pertengahan pertama abad ke-20. Adapun juga beberapa teori yang dikemukakan berhubungan dengan asal usul alam semesta.

- Teori Big Bang
         
Teori Big Bang atau ledakan besar adalah teori terbentuknya alam semesta yang paling terkenal dan paling masuk akal. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian meledak dan mengembang sekitar 13.700 juta tahun yang lalu. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Abbe Georges Lemaitre, seorang kosmolog asal Belgia pada tahun 1920-an.
    

Big Bang adalah teori yang paling banyak didukung oleh sederetan bukti ilmiah sehingga dapat diterima oleh semua kalangan baik para ilmuwan maupun orang awam. Uniknya, teori ini juga dapat menentukan akhir dari alam semesta. 

B. Keanggotan Sistem Tata Surya

Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri dari Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteorasteroidkomet) lainnya.

1. Bintang

Bintang adalah salah satu anggota tata surya yang istimewa, karena dapat memancarkan cahaya sendiri. Dalam tata surya, bintang memiliki jumlah tak terhingga dan terdapat bintang dengan massa paling bessar dan dapat dirasakan keberadaannya, yiatu Matahari.

2. Matahari
Matahari merupakan pusat dari tata surya. Matahari memiliki gravitasi yang besar hingga menyebabkan anggota tata surya beredar mengelilingi matahari.  Matahari terdiri dari beberapa lapisan, yiatu:
- Korona (lapisan terluar Matahari)
- Kromosfer
- Fotosfer (lapisan terdalam Matahari)

Semakin mendekati inti matahari maka temperatur matahari akan semakin meningkat.

3. Planet
Planet adalah benda angkasa yang tidak memancarkan cahaya sendiri dan beredar mengelili matahari.

- Merkurius
Merkurius merupakan planet terdekat dengan matahari dengan jarak merkurius- matahari sekitar 58,5 juta kilometer. Planet Merkurius tidak mempunyai satelit. Planet  Merkurius merupakan planet terkecil dalam tata surya dengan diameter 4.878 km. Periode revolusi Merkurius 88 hari dan periode rotasinya 59 hari.

- Venus
Planet Venus adalah benda langit yang terang setelah Matahari dan Bulan. Permukaan planet Venus terdiri dari awan tebal karbondioksida sehingga memiliki efek rumah kaca yang menjadikan Venus sebagai planet paling panas pada sistem tata surya. Periode revolusinya 225 hari dan periode rotasinya 241 hari. Diameter planet ini yaitu 12.104 km. Jarak antara Venus- Matahari 108 juta km.

- Bumi
Bumi adalah satu-satunya planet yang berpenghuni karena mendukung adanya kehidupan. Jarak Bumi dengan Matahari sekitar 150 jt km dengan periode revolusi 365,3 hari dan periode rotasi  23 jam 56 menit. Bumi memiliki satu satelit, yaitu Bulan. Diameter Bumi sebesar 12.750 km.

- Mars
Mars memiliki jarak rata-rata 228 juta km terhadap Matahari. Periode revolusi Mars 687 hari dan periode rotasi 24 jam 37 menit. Diameter planet Mars 6.787 km dengan dua satelit yaitu Phobos dan Deimos. Atmosfer terdiri dari 95% karbondioksida, selebihnya nitrogen dan argon. Mars banyak mengandung besi oksida membuat Mars tampak sebagai planet merah.

-Jupiter
Planet Jupiter adalah planet terbesar dalam sistem tata surya dengan diameter 139. 822 km. Jupiter memiliki 4 satelit besar (Io, Europa, Ganymede, dan Callisto)dan 63 satelit kecil. Atmosfer  Jupiter banyak  mengandung 75% hidrogen dan 24% helium. Jupiter memiliki gas yang berwarna merah yang akan berputar mengelilingi tengah-tengah planet Jupiter yang akan membentuk ikat pinggang merah raksasa yang kemudian menghasilkan badai besar di permukaan Jupiter. 

-Saturnus
Planet Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Jupiter dengan diameter 120.500 km. Planet Saturnus dihiasi oleh gelang dan cincin yang tersusun atas es dan batuan yang sangat besar. Planet Saturnus berisi banyak gas helium dan hidrogen. Saturnus memiliki 9 satelit, yaitu Mimas, Encladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan, Hyperion, Lapetus, dan Phoebe.

-Uranus
Uranus merupakan planet gas yang berwarna biru kehijauan dengan awan tebal yang menutupinya. Planet ini memiliki atmosfer yang mengandung hidrogen, helium, dan metana. Diameter planet Uranus 51.120 km. Uranus merupakan planet terdingin di sistem tata surya. Planet ini memiliki 5 satelit yaitu Miranda, Arie, Umbriel, Titania, dan Oberon.

-Neptunus
Neptunus merupakan planet terjauh dari Matahari, berdiameter 50.000 km. Neptunus adalah planet yang memiliki angin yang badai sehingga disebut dengan planet yang paling berangin dalam tata surya. Planet ini memiliki kesamaan dengan Uranus yang memiliki atmosfer yang terdiri dari heliun dan hidrogen serta memiliki gas metana yang sama dengan planet Neptunus. Neptunus memiliki 2 satelit, yaitu Triton dan Nereid.

Selain planet, terdapat benda-benda langit lain dalam tata surya, seperti:
- Planet Kerdil
Pada sistem tata surya, memiliki planet- planet kecil yang dipandang berbeda dengan planet-planet lain karena orbitnya tidak jelas. Berikut ini adalah planet-planet kecil yang dimiliki tata surya, yaitu Pluto, Ceres, dan Eris.

- Asteroid
Empat planet yang terdekat dengan Matahari yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars disebut dengan planet dalam sedangkan sisanya yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus disebut planet luar. Antara planet dalam dan luar terdapat sabuk asteroid yaitu ribuan planet kecil dan pecahan- pecahan yang masih diperdebatkan asalnya. Asteroid juga disebut dengan Planetoid.

-Komet
Komet sangat berbeda dengan asteroid, komet adalah benda angkas yang kecil dan padat yang hampir seluruh isinya terbentuk dari gas dan debu yang membeku. Komet juga biasa disebut dengan bintang berekor. Ekornya merupakan bagian dari kepala komet yang terlempar keluar dari tempatnya karena gaya dorong matahari.

-Meteor
Meteor adalah serpihan- serpihan benda padat yang beterbangan tidak beraturan berasal dari serpihan asteroid, ekor komet atau pecahan benda-benda langit lainnya yang disebabkan oleh pengaruh gaya gravitasi bumi sehingga membuat serpihan-serpihan benda langit tersebut melesat serta terbakar hingga sampai ke arah Bumi. Meteor juga disebut sebagai fenomena emisi cahaya.

Itulah beberapa komponen- komponen yang terdapat dalam sistem tata surya. Selanjutnya, mari kita bahas tentang tempat tinggal kita, yaitu planet Bumi dengan lebih rinci. 

C. Planet Bumi

Terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang pembentukan bumi, yaitu:

- Teori Leplace, seorang ahli matematika dan astronomi Prancis Pierre Simon Marquis de Laplace 1796 mengemukakan Bumi terbentuk dari gugusan gas panas yang berputar pada sumbunya, kemudian terbentuk cincin-cincin. Sebagian cincin gas tersebut, terlempar ke luar dan tetap terus berputar. Cincin gas yang berputar akan mengalami pendinginan, sehingga terbentuklah gumpalan-gumpalan bola yang menjadi planet-planet, termasuk Bumi.

Saya hanya mengambil satu teori saja, karena teori ini lebih membahas tentang bagaimana pembentukan planet Bumi saja, bukan teori pembentukan seluruh planet. Adapun teori pembentukan planet lainnya (saya ambil 3 teori yang saya ketahui), yaitu:

- Teori Kuipermengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk piringan cakram. Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi protomatahari adalah protoplanet. Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet menjadi dingin.  Unsur ringan tersebut menguap dan mulai menggumpal menjadi planet-planet.

-Teori TidalDua orang ilmuwan Inggris, James Jeans dan Harold Jeffreys mengatakan pada saat bintang melintas di dekat matahari, sebagian massa matahari tertarik ke luar sehingga membentuk semacam cerutu. Bagian yang membentuk cerutu ini akan mengalami pendinginan dan membentuk planet-planet.

-Teori WippleFred L. Whipple, seorang ahli astronom Amerika mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu yang mengandung nitrogen sedikit kosmis yang berotasi membentuk semacam piringan. Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat, sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet - planet. 

Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan sudah muncul di permukaannya paling tidak sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu. Biosfer Bumi kemudian secara perlahan mengubah atmosfer dan kondisi fisik dasar lainnya, yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme serta pembentukan lapisan ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak dengan aman di daratan. Sifat fisiksejarah geologi, dan orbit Bumi memungkinkan kehidupan untuk bisa terus bertahan.

Litosfer Bumi terbagi menjadi beberapa segmen kaku, atau lempeng tektonik, yang mengalami pergerakan di seluruh permukaan Bumi selama jutaan tahun. Lebih dari 70% permukaan Bumi ditutupi oleh air, dan sisanya terdiri dari benua dan pulau-pulau yang memiliki banyak danau dan sumber air lainnya yang bersumbangsih terhadap pembentukan hidrosfer

Bumi adalah tempat tinggal bagi jutaan makhluk hidup, termasuk manusia. Sumber daya mineral Bumi dan produk-produk biosfer lainnya bersumbangsih terhadap penyediaan sumber daya untuk mendukung populasi manusia global. Wilayah Bumi yang dihuni manusia dikelompokkan menjadi 200 negara berdaulat, yang saling berinteraksi satu sama lain melalui diplomasi, pelancongan, perdagangan, dan aksi militer.


KEHIDUPAN DI BUMI

A. Teori-teori Asal Kehidupan di Bumi 

1. Teori Abiogenesis
Adalah teori yang mengatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Penganut teori ini merupakan ilmuwan-ilmuwan di masa lampau seperti Aristoteles lalu Antony an Leuwenhoek yang berasal dari Belanda, pada tahun 1677 ikut mendukungnya. Antony memerlihatkan, melalui mikroskopnya, bahwa makhluk renik berasal dari jerami yang direndam. Lalu, pada abad ke-19, teori ini disanggah. 

2. Teori Biogenesis
Adalah teori asal usul kehidupan yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lain. Ilmuwan yang mengemukakan teori ini adalah Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur. Mereka melakukan pengamatn tersendiri yang lebih terencana.

Adapun hasil pengamatan mereka dan menghasilkan teori baru dengan 3 isi, yaitu:
a. Omne vivum ex ovo: Semua makhluk hidup berasal dari telur
b. Omne ovum ex vivo: Semua telur berasal dari makhluk hidup
c. Omne vivum ex vivo: Semua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup


REFERENSI:
http://rahayuputami22.blogspot.com/2017/05/perkembangan-alam-pikiran-manusia-ilmu.html
https://www.berbagaireviews.com/2014/08/rasa-ingin-tahu-kuriositas.html
http://ritanoktaviana.blogspot.com/2013/03/ilmualamiah-dasar-bagaimanamanusia_13.html
https://www.google.com/search?q=mitos+adalah&rlz=1C1CHBF_enID801ID801&oq=mitos+adalah&aqs=chrome..69i57j0l5.4757j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8
https://id.wikipedia.org/wiki/Legenda
https://www.google.com/search?q=cerita+rakyat+adalah&rlz=1C1CHBF_enID801ID801&oq=cerita+rakyat+adalah&aqs=chrome..69i57j0l5.6031j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8
http://delusionalatmosphere.blogspot.com/2017/03/cara-memperoleh-pengetahuan-ilmiah-dan.html
https://hadi27.wordpress.com/metode-ilmiah-dan-langkah-langkahnya/
https://www.kompasiana.com/regitacahyamhrn/59ad235982386a04970e5784/big-bang-teori-yang-menjelaskan-terbentuknya-alam-semesta-dan-memprediksi-akhir-alam-semesta
https://id.wikipedia.org/wiki/Alam_semesta
BAB-XIV_-SISTEM-TATA-SURYA.pdf
http://fisikazone.com/anggota-tata-surya/
https://id.wikipedia.org/wiki/Bumi
https://blog.ruangguru.com/teori-asal-usul-kehidupan







Comments