Tulisan Pertemuan 4 Ilmu Alamiah Dasar dan Matematika
Tulisan
Pertemuan 4
1. Relasi
A. Pengertian Mengenai Relasi
Relasi
yaitu hubungan antara anggota pada suatu himpunan dengan anggota himpunan yang
lainnya. Relasi dari himpunan A ke himpunan B ialah menghubungkan
anggota-anggota himpunan A pada anggota-anggota himpunan B.
B. Sifat Relasi
Sifat-sifat
relasi, yaitu:
a. Reflektif
b. Ireflektif
c. Simetrik
d. Anti-Simetrik
e. Transitif
C. Contoh Penyajian Matriks Relasi dan
Diagram Panah
Relasi
yang menghubungkan himpunan yang satu dengan himpunan lainnya dapat disajikan
dalam beberapa cara, yaitu diagram panah, diagram kartesius, dan himpunan
pasangan berurutan.
Contoh:
Perhatikan uraian berikut ini!
Taehyung,
Jungkook, Seok Jin, dan Jimin sedang berbincang-bincang di sebuah lapangan
basket belakang sekolah. Mereka sedang membicarakan olahraga dengan
kegemarannya masing-masing.
Taehyung
suka bermain game, Jungkook suka menyanyi, Seok Jin suka memasak dan Jimin suka
menari. Misalkan himpunan P = {Taehyung, Jungkook, Seok Jin, Jimin} dan Q =
{Game, Nyanyi, Masak, Tari}. Kata “suka” adalah relasi yang menghubungkan
himpunan P dan himpunan Q.
Maka relasi tersebut dapat disajikan
dalam bentuk berikut ini.
-
Diagram
Panah
Anggota-
anggota himpunan P berelasi dengan anggota himpunan Q dengan relasi “suka”. Hal
tersebut ditunjukkan dengan arah panah. Oleh karena itu, diagramnya disebut
diagram panah.
-
Diagram
Kartesius
Merupakan
diagram yang terdiri atas sumbu X dan sumbu Y. Pada diagram kartesius, anggota
himpunan P terletak pada sumbu mendatar (sumbu-X), sedangkan anggota himpunan Q
terletak pada sumbu tegak (sumbu-Y)
Relasi
yang menghubungkan himpunan P dan Q ditunjukkan dengan noktah atau titik
seperti terlihat pada gambar berikut.
-
Himpunan
Pasangan Berurutan
Sebuah
relasi yang menghubungkan himpunan yang satu dengan himpunan lainnya dapat
disajikan dalam bentuk himpunan pasangan berurutan.
Adapun
cara penyelesaiannya adalah anggota himpunan P ditulis pertama, sedangkan
anggota himpunan Q menjadi pasangannya.
Contoh:
Berdasarkan
relasi sebelumnya, yaitu sebagai berikut. {Taehyung, Game}, {Jungkook, Nyanyi},
{Seok Jin, Masak}, {Jimin, Tari}.
D. Contoh Soal dan Penyelesaiannya ( 1
aja)
Contoh Soal: UN Matematika Tahun 2006
Perhatikan
relasi berikut!
(i)
{(1, a), (2, a), (3, a), (4, a)}
(ii)
{(2, b), (3, c), (4, d), (2, e)}
(iii)
{(3, 6), (4, 6), (5, 10), (3, 12)}
(iv)
{(1, 5), (3, 7), (5, 9), (3, 11)}
Relasi
di atas yang merupakan pemetaan adalah …
A. (i)
B. (ii)
C. (iii)
D. (iv)
Penyelesaian:
Salah
satu syarat pemetaan adalah anggota dari daerah asal hanya dapat dipasangkan
satu kali. Dalam pasangan himpunan terurut, daerah asal berada pada urutan
pertama. Sekarang, mari kita analisis himpunan pasangan yang diberikan.
Himpunan
pasangan (i) merupakan pemetaan karena setiap daerah domain (daerah asal) hanya
satu kali dipasangkan.
Himpunan
pasangan (ii) BUKAN merupakan pemetaan karena ada daerah domain yang
dipasangkan dua kali, yiatu 2 dengan b dan 2 dengan e.
Himpunan
pasangan (iii) BUKAN merupakan pemetaan karena ada daerah domain yang
dipasangkan dua kali, yaitu 3 dengan 6 dan 3 dengan 12.
Himpunan
pasangan (iv) BUKAN merupakan pemetaan karena ada daerah domain yang
dipasangkan dua kali, yaitu 2 dengan 4 dan 2 dengan 8.
Jadi,
pasangan pemetaan adalah (i).
Jawaban: A.
2. Fungsi
A. Definisi Fungsi
Fungsi
atau yang sering disebut juga dengan pemetaan masih termasuk dalam relasi.
Suatu relasi disebut fungsi jika semua anggota himpunan daerah asal dipasangkan
tepat satu ke daerah kawannya.
Simbol
fungsi yang memetakan himpunan A ke B adalah
f: A
→ B
B. Domain, Kodomain, Range
-
Domain
Domain
adalah daerah asal. Untuk menentukan daerah asal biasanya terletak di sebelah
kiri. (Pada diagram panah)
-
Kodomain
Kodomain
adalah daerah kawan. Biasanya diletakkan bersebrangan dengan domain yaitu di
sebelah kanan. (Pada diagram panah).
-
Range
Setiap
anggota dari kodomain yang mempunyai pasangan dari daerah domain yang mempunyai
pasangan di daerah domain adalah range.
C. Beri Contoh dan Penyelesaiannya
-
Contoh
soal 1:
Diketahui
himpuna A = {2,3,4} dan himpunan B = {1,2,3,4,5,6,7}. Suatu fungsi f :
A → B ditentukan oleh f (x) = 2x – 2.
a. Tentukan
range fungsi f.
b. Gambarlah
fungsi f dengan diagram panah.
Penyelesaian:
a. f
(x) = 2 . 2 – 2 = 2
f (x) = 2 . 3 – 2 = 4
f (x) = 2 . 4 – 2 = 6
Jadi, range fungsi f adalah
{2,4,6}
b. Fungsi
f dalam diagram panah
3. Proposisi
Didalam
matematika, tidak semua kalimat berhubungan dengan logika (
,
, ~) Hanya
kalimat yang bernilai benar (B) atau salah (S) saja yang digunakan dalam
penalaran. Kalimat tersebut dinamakan proposisi.
Secara
simbolik, proposisi biasanya dilambangkan dengan huruf kecil seperti p, q, r dan sebagainya.
Kita
dapat mengkombinasikan satu atau lebih proposisi untuk membentuk proposisi
baru. Operator yang dapat digunakan untuk mengkombinasikan proposisi disebut
operator logika. Operator logika dasar yang digunakan adalah dan (and), atau
(or), dan tidak (not).
A. Konsep dan Notasi Dasar
Ada
5 konsep dalam proposisi, yaitu:
-
Negasi atau ingkaran
Dari
sebuah pernyataan, kita dapat membuat pernyataan baru berupa ingkaran/ negasi/
penyangkalan” atas pernyataan tadi. Berikut formula/ rumus negasi.
P
|
~p
|
B
|
S
|
S
|
B
|
Tabel
1.1 Negasi
B:
pernyataan bernilai benar
S:
pernyataan bernilai salah
-
Konjungsi
Adalah proposisi majemuk dengan kata hubung “dan”.
Sehingga, notasi “p
q” dibaca “p dan q”. Berikut formula/ rumus
konjungsi.
p
|
q
|
p
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
S
|
S
|
Tabel
1.2 Konjungsi
-
Disjungsi
Adalah
proposisi dengan kata hubung “atau”. Sehingga notasi “p
q” dibaca “p atau q”
p
|
q
|
p
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
B
|
S
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
Tabel
1.3 Disjungsi
-
Implikasi
Implikasi
adalah proposisi dengan kata hubung “jika…maka…”. Sehingga notasi dari “p
q” dibaca “jika p, maka q”. Berikut formula/
rumus implikasi.
p
|
q
|
p
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
B
|
S
|
S
|
B
|
Tabel
1.4 Implikasi
-Biimplikasi
Biimplikasi
adalah penyataan majemuk dengan kata hubung “….jika dan hanya jika”. Sehingga,
notasi dari “p
q” akan dibaca “p jika dan hanya jika q”.
p
|
q
|
p
|
B
|
B
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
Tabel
1.5 Biimplikasi
B. Contoh Proposisi
Contoh
1.1 Negasi
PROPOSISI
|
INGKARAN
|
Hari
ini adalah hari Jumat
|
Hari
ini adalah bukan hari Jumat
|
3
adalah bilangan ganjil
|
3
adalah bukan bilangan genap
|
10
lebih dari 9
|
10
kurang dari 9
|
Contoh 1.2
Konjungsi
P
|
q
|
p
|
Hari
ini Sabtu
|
Hari
ini libur
|
Hari
ini Sabtu dan libur
|
Bumi
hanya satu
|
Bumi
berpenghuni
|
Bumi
hanya satu dan berpenghuni
|
Contoh 1.3
Disjungsi
P
|
q
|
p
|
Dia
boleh makan kue
|
Dia
boleh makan roti
|
Dia
boleh makan kue atau roti
|
Contoh 1.4 Implikasi
P
|
q
|
p
|
Jungkook mendapatkan
nilai UTBK 990
|
Jungkook
dapat memasuki universitas mana saja
|
Jika Jungkook
mendapatkan nilai UTBK 990, maka Jungkook dapat memasuki universitas mana
saja.
|
Contoh 1.5
Biimplikasi
p
|
q
|
p
|
30
x 5 = 150
|
150
adalah bilangan genap
|
30
x 5 = 150 jika dan hanya jika 150 adalah bilangan genap.
|
C. Berikan Contoh Soal Proposisi dan
Penyelesaiannya
-
Soal satu
Tentukan
nilai kebenaran dari proposisi berikut:
Jika
2^2 = 4 maka 2^4 = 4^2”
Pembahasan:
Proposisi
tersebut dapat dilambangkan dengan p
q. Karena proposisi p dan proposisi q bernilai
benar, maka dari table kebenaran proposisi bersyarat baris ke 4 (lihat pada
table berikut ini:
p
|
q
|
p
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
Dari
table diatas dapat disimpulkan bahwa p
q bernilai benar.
-
Soal dua
Tentuka
negasi (ingkaran) dari pernyataan-pernyataan berikut ini:
a. p
: Semua dokter memakai baju putih saat
bekerja
b. p
: Semua jenis hewan berkembang biak dengan cara ovovivar
c. p
: Semua anak kelas 1PA19 pandai berbahasa inggris
Pembahasan:
Penyataan
yang memuat kata “Semua” atau “Setiap” negasinya memuat kata “Beberapa”,
“Sebagian” atau “Ada”.
a. ~p
:Ada dokter tidak memakai baju putih saat bekerja
b. ~p
:Beberapa jenis hewan tidak berkembang biak dengan cara ovovivar
c. ~p
:Sebagian anak kelas 1PA19 tidak pandai berbahasa inggris
REFERENSI:







Comments
Post a Comment