Internet Addiction
Apa pengertian Internet Addiction menurut peneliti dan ahli?
Penggunaan internet tidak bisa lepas dari
kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan hampir sebagian kegiatan
membutuhkan internet, baik untuk kebutuhan akademik maupun non-akademik.
Pemakaian internet akan baik jika dipakai sesuai dengan waktu dan
kebutuhan namun akan berdampak negative
jika disalahgunakan (segi waktu dan manfaat).
Internet
addiction adalah pemakaian internet secara berlebih sehingga memunculkan
permasalahan-permasalahan dalam kehidupan Individu (Kuss & Griffiths, 2014;
Kuss & Lopez- Fernandez, 2016; Lee et
al., 2013; Young, 1996)
Davis menyebut kecanduan Internet sebagai
Pathological Internet Use. Walden (2002) lebih cenderung menyebutnya sebagai compulsion, karena
jika disebut addiction (kecanduan) harus
melibatkan masuknya zat asing ke dalam
tubuh manusia dan mempengaruhi keadaan kimiawi tubuh. Kecanduan internet, sebagai
sebuah psychological disorder yang relatif baru,
dapat disimpulkan sebagai
keinginan yang kuat atau ketergantungan
secara psikologis terhadap internet.
Dengan demikian penggunaan kata kecanduan internet (internet addiction)
menurut Young (1999) dianggap merupakan sebuah nomenklatur baru
yang meruntuhkan stereotipe lama mengenai addiction.
Apa saja macam-macam internet addiction?
Menurut Young, kecanduan internet (internet addiction) dibagi menjadi 5
kategori, yaitu:
a.
Cybersexual
addiction, yaitu seseorang yang melakukan penelusuran dalam situs-situs
porno atau cybersex secara kompulsif.
b.
Cyber‐relationship addiction, yaitu
seseorang yang hanyut dalam
pertemanan melalui dunia cyber.
c.
Net compulsion, yaitu seseorang yang
terobsesi pada situs‐situs perdagangan (cyber shopping atau day
trading) atau perjudian (cyber casino).
d.
Information overload, yaitu seseorang
yang menelusuri situs‐situs informasi secara kompulsif.
e.
Computer addiction, yaitu seseorang yang
terobsesi pada permainan‐permainan online (online games) seperti
misalnya Doom, Myst, Counter Strike,
Ragnarok dan lain sebagainya.
Jelaskan mengapa seorang peneliti yang bernama
Griffith menganggap bahwa penggunaan internet yang berlebihan bukanlah
kecanduan internet, melainkan hanya penggunaan internet sebagai medium untuk
memuaskan adiksi lain!
Kelebihan menggunakan internet belum tentu karena
kecanduan, karena zaman sudah mulai
berubah, teknologi sudah berkembang. Menggunakan internet secara berlebih
bergantung dengan sang pengguna untuk dinyatakan sebagai kecanduan. Aapabila
sang pengguna menggunakan internet secara berlebih dikarenakan memang sebagian
kegiatannya membutuhkan internet, hal tersebut tak dapat dikatakan sebagai
candu, karena ia terpaksa harus melakukannya.
Contoh: Rata-rata hampir seluruh
pelajar dikalangan masyarakat menggunakan internet untuk keperluan belajar
mengajar untuk saat ini, dikarenakan wabah virus corona yang belum kunjung
kelar. Namun, jika sang pengguna menggunakan internet hanya untuk hal tidak
penting missal seperti game, gambling, dll.
Itulah baru disebut kecanduan. Lagi pula ada beberapa ciri gejala kecanduan
internet, yaitu:
a.
Merasa keasyikan dengan internet.
b.
Perlu waktu tambahan dalam
mencapai kepuasan sewaktu menggunakan internet.
c.
Tidak mampu mengontrol, mengurangi, atau menghentikan
penggunaan internet.
d.
Merasa gelisah, murung, depresi,
atau lekas marah ketika berusaha
mengurangi atau menghentikan penggunaan internet.
e.
Mengakses internet lebih lama dari
yang diharapkan.
f.
Kehilangan orang‐orang terdekat, pekerjaan, kesempatan pendidikan,
atau karier gara‐gara penggunaan internet.
g.
Membohongi keluarga, terapis, atau
orang‐orang terdekat untuk
menyembunyikan keterlibatan lebih jauh dengan intemet.
h.
Menggunakan internet sebagai jalan
keluar mengatasi masalah atau
menghilangkan perasaan seperti
keadaan tidak berdaya, rasa bersalah,
kegelisahan, atau depresi.
Jika orang yang menggunakan
internet berlebih tidak seperti kriteria diatas maka tak dapat dikatakan
sebagai kecanduan internet.
Jelaskan faktor etologi dari internet addiction!
Mata menjadi kering
Karena tidak berhenti menatap layar gadget, mata pun akhirnya menjadi cepat lelah. Terutama ketika si pengguna menggunakan gadget pada kondisi ruangan gelap, cahaya gadget yang dipancarkan dapat merusak mata.
Migren atau sakit kepala
Hal ini juga dikarenakan karena kita menatap layar terlalu lama, Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di internet dapat membuat pusing mungkin karena tulisannya yang kecil, sudut pandang (dari games), dll. dan hal ini juga terkoneksi dari mata, apabila mata sudah merasa lelah namun tetap dipaksakan untuk tetap terbuka dan tak beristirahat maka sinyal lelah akan pindah ke kepala.
Sakit punggung
Sakit punggung dikarenakan, posisi si pengguna saat bermain internet, apalagi jika dia main posisi dengan kepala menunduk atau duduk terlalu lama dikarenakan terlalu nikmat bermain internet.
Gangguan pada pola makan
Gangguan pola makan dapat terjadi terhadap pecandu internet, karena selama ia hanya fokus terhadap internet ia akan melupakan segala hal dan salah satunya adalah makan. Bahkan ia kemungkinan tidak merasakan rasanya lapar meskipun ia sebenarnya lapar. Namun, karena pikirannya hanya terfokuskan kepada internet, sinyal lapar pun akan diabaikan dan dianggap tidak ada. Bahkan jika dia diberi makan pun ia akan menolak, ia tak akan rela lepas dari internet hanya untuk hal tersebut. Atau mungkin justru sebaliknya ia malah jadi sering makan, karena internet akan terasa lebih asyik jika ditemani dengan cemilan, makan tak kenal waktu, tak selektif dalam memilih makanan dan berakhir menjadi obesitas.
Mengabaikan kesehatan pribadi
Orang yang sudah teradiksi dengan internet akan menjadi acuh kepada sekitar, yang ia pedulikan hanya dia puasa bermain dengan internet. ia akan menjadi lupa waktu dan asyik dengan dirinya sendiri. Ia tidak akan memedulikan kondisinya sendiri. Biasanya orang yang sudah asyik sendiri sampai lupa waktu, kondisi tubuhnya tidak baik seperti kekurusan atau mungkin obesitas, rumah yang berantakan, pola hidup tidak sehat.
Gangguan tidur
Gangguan tidur yang dialami oleh pecandu internet yang paling sering adalah Insomnia. Insomnia mengacu pada kesulitan untuk tidur atau tidur sepanjang malam. Insomnia dikaitkan dengan sejumlah keluhan sinag hari, termasuk kelelahan, gangguan konsentrasi dan kesulitan memori dan kurangnya kesejahteraan. Hal ini sering terjadi terutama para pecandu internet yang sangat menyukai bermain games. Contoh: seorang anak tidak dapat tidur jika dia belum memainkan game Resident Evil III sampai tamat, maka ia akan terus memikirkannya sampai tak bisa tidur, atau misalnya seorang gamers rela tidak tidur semalaman hanya demi push rank game Mobile Legends.
DAFTAR PUSTAKA
Plotnik, R. 2014. Introduction to Psychology Tenth Edition. USA: Wadsworth Cengage Learning
Soetjipto, H. (2015). Pengujian Validitas Konstruk Kriteria Kecanduan Internet. Jurnal Psikologi, 32, 65-79








Comments
Post a Comment